Doa Nabi Sulaiman dan Hakikat Iblis
Doa Nabi Sulaiman dan Hakikat Iblis adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 2 Rabiul Awwal 1447 H / 25 Agustus 2025 M.
Kajian Tentang Doa Nabi Sulaiman dan Hakikat Iblis
Pada pertemuan yang lalu dibahas tentang hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau mampu menahan iblis. Seandainya beliau tidak mengingat doa Nabi Sulaiman, niscaya iblis itu diikat dan dimainkan oleh anak-anak Madinah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
وَاللهِ لَولا دَعْوَةُ أَخِينَا سُلَيْمَانَ، لَأَصْبَحَ مُوثَقًا يَلْعَبُ بِهِ وِلْدَانُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ
“Demi Allah, kalau bukan karena doa saudara kami Sulaiman, niscaya iblis sudah terikat dan dimainkan oleh anak-anak kecil penduduk Madinah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan faedah yang penting, yaitu kita harus memperhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan tidak mempercayai orang-orang yang mengaku memiliki ribuan khadam atau bala tentara jin yang siap dikirim untuk mencelakakan orang lain.
Iblis sifatnya pendusta, suka berbohong. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang memberitahu kita tentang hal itu. Maka, aneh jika ada orang yang sedang melakukan ruqyah lalu berbicara dengan jin, kemudian percaya begitu saja kepada perkataan jin tersebut.
Kalau ada manusia yang dikenal sebagai tukang bohong, tentu kita tidak akan mempercayainya seratus persen. Kita akan menjaga jarak darinya. Maka, lebih tidak layak lagi jika ada orang yang mempercayai jin yang jelas-jelas sifatnya suka berdusta.
Setelah penulis Rahimahullahu Ta‘ala menyampaikan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata bahwa pada hadits-hadits tersebut terdapat dalil yang pasti bahwa permusuhan setan terhadap anak cucu Adam itu berlangsung terus-menerus.
Firman Allah Ta‘ala dalam surah Fathir ayat 6:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا…
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh.” (QS. Fathir [35]: 6)
Ayat ini menjelaskan bahwa setan adalah musuh anak cucu Adam, dan Allah memerintahkan agar kita menjadikannya musuh, bukan teman. Namun ada sebagian manusia yang justru menjadikan setan sebagai sahabat, bahkan mempersembahkan kurban kepadanya. Na‘udzubillah.
Setan telah bersumpah untuk membalas dendam kepada Adam dan keturunannya. Ia mengganggu manusia sejak lahir hingga meninggal dunia. Sejak bayi keluar dari rahim ibunya, setan sudah berusaha mengganggunya. Permusuhan itu berlangsung terus menerus hingga ajal menjemput. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh lengah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ إِلَّا مَسَّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّهِ إِيَّاهُ، إِلَّا مَرْيَمَ وَابْنَهَا
“Tidak ada seorang bayi pun yang dilahirkan melainkan akan disentuh oleh setan ketika ia dilahirkan. Maka ia pun menangis keras karena sentuhan setan itu, kecuali Maryam dan anaknya (ʿIsa).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu kemudian berkata, “Jika kalian mau, bacalah firman Allah Ta‘ala dalam surah Ali ‘Imran ayat 36”:
… وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Dan sesungguhnya aku mohon perlindungan untuknya serta anak cucunya kepada-Mu dari gangguan setan yang terkutuk.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 36)
Setan mengganggu manusia bahkan sampai dalam tidurnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ.
“Setan mengikat tengkuk kepala salah seorang di antara kalian ketika ia tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan ia berkata: ‘Malam masih panjang, tidurlah!’ Jika ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, terlepaslah satu ikatan lagi. Dan jika ia shalat, terlepaslah seluruh ikatan, sehingga di pagi harinya ia menjadi bersemangat dan baik jiwanya. Namun jika tidak, ia akan menjadi jiwa yang buruk dan malas.” (HR. Bukhari)
Dzikir yang dibaca ketika bangun tidur adalah:
الْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Bukhari)
Dengan berdzikir, berwudhu, lalu shalat, maka seseorang di pagi harinya akan penuh semangat dan jiwanya baik.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
Download MP3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Mari turut membagikan link download kajian “Doa Nabi Sulaiman dan Hakikat Iblis” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/55504-doa-nabi-sulaiman-dan-hakikat-iblis/